GUIDELINES PROPOSED DEVELOPMENT CLASS ACTION RESEARCH

Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara,
antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan
lainnya, pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan
untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran
secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali.

Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya
akan memberi dampak positif ganda.

Pertama, peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata.
Kedua, peningkatan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar.
Ketiga,peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.
Keempat, penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian.

Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung
dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD).
Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat topdown
dan bersifat kuat orientasi teoritiknya. Paradigma demikian dirasakan
tidak sesuai dengan perkembangan pemikiran baru, khususnya Manajemen
Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS).

Pendekatan MPMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari
motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to
internally initiate endeavor for quality improvement), dan bersifat pragmatis
naturalistik. more download here

Kategori:School Education

Classroom Action Research

Classroom Action Research (PTK) has tremendous potential to improve learning when implemented properly. Well implemented here means the parties involved (lecturers and teachers) try to consciously develop the ability to detect and solve the problems of education and learning through meaningful actions that can be taken into account to solve problems or improve the situation and then carefully observe its implementation to measure the success rate . Implemented properly means in accordance with the principles of action research.

This paper discusses how the implementation of classroom action research to improve the quality of learning that includes the diagnosis and determination of issues to be resolved, the shape and action scenarios, the development of instruments to measure the success of the action, and analysis procedures and interpretation of research data.

A. Diagnosis and Problem Determination
PTK is an issue of research collaboration between faculty and teachers in schools should be derived from the practical problems faced by teachers in the classroom. Therefore, the diagnosis of the problem should not be undertaken by lecturers and then “offered” to the teacher to be solved but it should be done jointly by the professors and teachers. In fact teachers can invite teachers to collaborate to PTK and ask what problems faced by teachers who may be investigated through PTK. Teachers who have experience conducting research class action may be able to say that it faces problems that may be studied together and then discuss the issue with the lecturer Download up here

Kategori:School Education

Pertidaksamaan

setelah kita pelajari persamaan kuadrat dan himpunan, sekarang mari kita belajar tentang pertidaksamaan. mudah-mudahan saya bisa sedikit membantu para pembaca setia Pendidikan Sekolah
Sifat-Sifat Pertidaksamaan
Antara dua bilangan a dan b terdapat hubungan :
a > b ; a = b atau a b ® a – b > 0
a = b ® a – b = 0
a < b ® a – b < 0
prinsip: nilai bilangan harus jelas positif, nol atau negatif
2. a + b < c ® a + b – c 0
3. Ditambah/Dikurangi dengan bilangan yang sama
a < b ® {
a + c < b + c
a – c < b – c
4. Dikali/Dibagi dengan bilangan positif yang sama
a 0 } ® { ac < bc
a/c < b/c
Tanda tetap
5. Dikali/dibagi dengan bilangan negatif yang sama
a < b
d bd
a/d > b/d
TANDA
BERUBAH
6. Pangkat Genap
a > 0 ; b > 0
a < b
} ® a² < b² TANDA TETAP
a < 0 ; b < 0
a b² TANDA BERUBAH
7. Pangkat Ganjil
a < b ® {
a³ < b³
a5 < b5
a7 0 ; b > 0
a 1/b TANDA BERUBAH
a < 0 ; b < 0
a 1/b TANDA BERUBAH
Garis Bilangan
Dipergunakan untuk mengetahui nilai (+/-) suatu fungsi pada interval tertentu.
Batas pada garis bilangan didapat dari harga nol fungsi (angka yang menjadikan fungsi bernilai 0),
sehingga fungsi bernilai nol pada batas tersebut, dan bernilai (+/-) pada interval lainnya.
Untuk menentukan nilai (+/-) suatu fungsi dalam suatu interval, langkah pertama adalah mencari
nilai nolnya sebagai batas interval pada garis bilangan, kemudian substitusi sembarang bilangan yang
mewakili suatu interval.
Untuk memudahkan mengetahui daerah (+/-) biasanya dicek angka 0 atau daerah yang diuji
adalah daerah paling kanan (bilangan besar sekali) sehingga tanda (+/-) cukup dengan
melihat hasil perkalian/pembagian tanda dari koefisien variabel.
Bila hasil substitusi tersebut bernilai positif maka interval di mana bilangan itu berada adalah juga
bernilai positif, bila hasil substitusi tersebut bernilai negatif maka interval di mana bilangan itu berada
juga bernilai negatif.
Cara Menentukan Penyelesaian Beberapa Garis Bilangan
Andaikan a < b
Ambil yang paling kanan
Ambil yang paling kiri
Ambil yang berada diantaranya
contoh :
1. UNTUK BATAS TUNGGAL
f(x) = (x – a) (x – b)
f(x) < 0 untuk a < x 0 untuk x b
HAL KHUSUS
Bila koefisien x² adalah (+), dan dapat difaktorkan,
maka perubahan tanda adalah sebagai berikut:
( +) | (-) | ( +)
Bila koefisien x² adalah (-), dan dapat difaktorkan,
maka perubahan tanda adalah sebagai berikut :
( -) | (+) | ( -)
2. UNTUK BATAS RANGKAP
f(x) = (x – a)² (x – b) f(x) = (x – a) (x – b)²
( -) || – | ( +)
a b
( -) | – || ( +)
a b
f(x) < 0 untuk x 0 untuk x > b
f(x) < 0 untuk x
a ; x ¹ b
Ket :
bila melewati batas tunggal (rangkap ganjil) maka tanda pada interval berikutnya berubah, bila
melewati batas rangkap genap maka tanda pada interval berikutnya tetap.
Jenis-Jenis Pertidaksamaan
A. PERTIDAKSAMAAN LINIER (PANGKAT SATU)
Adalah pertidaksamaan yang salah satu atau kedua ruasnya mengandung bentuk linier dalam x.
Penyelesaian:
Letakkan variabel x di ruas tersendiri terpisah dari konstanta-konstanta.
Contoh :
2x – 3 > 5 ® 2x > 5 + 3
ijgeiirjirijrigir j 2x > 8
gehghhejehh2x > 2 gambar
B. PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL (BENTUK AKAR)
Adalah pertidaksamaan yang variabelnya ada di dalam tanda akar.
Penyelesaian:
• Susunlah dahulu bila kedua ruas seimbang.
(Bila ada dua tanda akar letakkan satu di ruas kiri, satu di ruas kanan; bila ada tiga tanda akar
letakkan satu di ruas kiri, dua di ruas kanan atau sebaliknya).
• Kuadratkan kedua ruasnya.
(tanda tidak berubah karena yang dikuadratkan adalah bilangan positif).
• Selesaikan pertidaksamaannya …………….. (1)
syarat: bilangan di bawah tanda akar harus non negatif (³ 0)…(2)
(pembicaraan adalah mengenai bilangan riil)
• Jawabannya adalah yang memenuhi syarat (1) dan (2) di atas.
Contoh:
1. Ö(x-2) < 2
® kuadratkan
x – 2 < 4
x 0
seimbangkan
Ö(-x+3) > Ö(2x+1)
® kuadratkan
-x + 3 > 2x + 1
3x < 2
x < 2/3
2 £ x < 6
® syarat :
-x + 3 ³ 0 ® x £ 3
dan
2x + 1 ³ 0 ® x ³ -1/2
-1/2 £ x 0 dengan a, b, c konstanta; a ¹ 0.
Penyelesaian:
• Jadikan ruas kanan = 0
• Jadikan koefisien x² positif (untuk memudahkan pemfaktoran)
• Uraikan ruas kiri atas faktor-faktor linier.
• Tetapkan nilai-nilai nolnya
• Tetapkan tanda-tanda pada garis bilangan
• Jawaban didapatkan dari hal-hal yang ditanyakan dan terlukiskan pada garis bilangan
(bila ditanyakan > 0, maka yang dimaksud adalah daerah +,
bila ditanyakan 0
(x + 2) (x – 1) > 0
x 1
D. PERTIDAKSAMAAN PECAHAN
Yaitu pertidaksamaan dalam x yang penyebutnya mengandung variabel x.
Penyelesaian:
• Pindahkan semua bilangan keruas kiri, jadikan ruas kanan = 0
(ingat! tidak diperkenankan mengali silang, karena tanda pertidaksamaan tidak dapat
ditentukan berubah/tidak)
• Samakan penyebutnya sehingga pecahan dapat disederhanakan.
• Selanjutnya, sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Syarat: penyebut pecahan ¹
0
contoh :
-8 £ x 3)
Penyelesaian:
• Terlebih dahulu usahakan disederhanakan. Bila ada bentuk kuadrat yang definit (selalu) bernilai
positif ( D 0) langsung dapat dihilangkan.Tanda pertidaksamaan tetap.
Bila ada bentuk kuadrat yang definit negatif ( D < 0 ; a < 0) dapat dihilangkan asal tanda
pertidaksamaannya berubah.
• Selanjutnya sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Dengan catatan, tanda pada
garis bilangan akan berubah jika melewati harga nol yang tunggal (rangkap ganjil) dan tanda
akan tetap jika melewati harga nol yang rangkap genap.
contoh:
1. (x – 1/2) (x² – 3x – 4) (x² – 6x + 9) < 0
(x -1/2) (x – 4) (x – 1) (x – 3)² < 0
x < 1 atau 1/2 < x < 3 atau 3 < x 0
Bentuk (3X² + X + 2) adalah definit (selalu bernilai) positif, karena:
D = (1)² – 4(3)(2) = -23 dan a = 3
D 0
Sehingga (3x² + x + 2) dapat dihilangkan, soal menjadi
(+)/(X² + 4X – 12) > 0 ® (+)/(X + 6) (X – 2) > 0
X 2
F. PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK
Yaitu pertidaksamaan dimana variabelnya berada di dalam tanda mutlak.
Batasan : |x| = x jika x > 0
0 jika x = 0
-x jika x 0
½x½< a « -a < x
a « x a ½x½ = a « x = ±a
secara umum:
menghilangkan tanda mutlak adalah dengan mengkuadratkan kedua ruas
atau
|x| < a ® x² < a² ® x² – a² < 0 ® (x-a)(x+a) < 0 ® -a < x
a ® x² > a² ® x² – a² > 0 ® (x-a)(x+a) > 0 ® xa
keterangan:
|x| -a “x
|a/b| < c « |a| < c|b|

FONOLOGI

Pengertian Fononolgi
Fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara
umum. Istilah fonologi, yang berasal dari gabungan kata Yunani phone ‘bunyi’ dan ‘logos’ tatanan, kata,
atau ilmu’ dlsebut juga tata bunyi. Bidang ini meliputi dua bagian.
Fonetik, yaitu bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana
suate bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia.
Fonemik, yaitu bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda
arti.
Bunyi ujaran yang bersifat netral, atau masih belum terbukti membedakan arti disebut fona, sedang
fonem ialah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti. Variasi fonem karena pengaruh
lingkungan yang dimasuki disebut alofon. Gambar atau lambang fonem dinamakan huruf. Jadi fonem
berbeda dengan huruf.
Unluk menghasilkan suatu bunyi atau fonem, ada tiga unsur yang penting yaitu :
1. udara,
2. artikulator atau bagian alat ucap yang bergerak, dan
3. titik artikulasi atau bagian alat ucap yang menjadi titik sentuh artikulator.
Vokal dan Konsonan
Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan.
Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar dengan rintangan.
Yang dimaksud dengan rintangan dalam hal ini adalah terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan
atau perubahan posisi artikulator .
Vocal dan Konsonan
Vokal adalah fonem yang dilhasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Konsonan
adalah fonem yang dimaksudkan dengan menggerakkan udara keluar dengan rintangan. Yang
dimaksud dengan rintangan dalam hal ini adalah terhambatya udara keluar oleh adanya gerakan atau
perubahan posisi artikulator .
Diftong
Diftong adalah dua vokal beurutan yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu. Diftong dalam babasa
Indonesia adalah ai ,au, dan oi.
Contoh :
• petai
• lantai
• pantai
• santai
• harimau
• kerbau
• imbau
• pulau
• amboi
• sepoi
Fonem dan Pembuktiannya
Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang berfungsi membedakan arti. Fonem dapat dibuktikan melalui
pasangan minimal.
Pasangan minimal adalah pasangan kata dalam satu bahasa yang mengandung kontras minimal.
Contoh :
– pola & pula ® membedakan /o/ dan /u/
– barang & parang ® membedakan /b/ dan /p/
Fonem dan Huruf
Bahasa Indonesia memakai ejaan fonemis, artinya setiap hunuf melambangkan satu fonem. Namun
demikian masih terdapat fonem-fonem yang dilambangkan dengan diagraf (dua hunuf melambangkan
satu fonem) seperti ny, ng, sy, dan kh.
Di samping itu ada pula diafon (satu huruf yang melambangkan dua fonem) yakni huruf e yang
digunaka untuk menyatakan e pepet dan e taling.
Huruf e melambangkan e pepet terdapat pada kata seperti : sedap, segar, terjadi. Huruf e
melambangkan e taling terdapat pada kata seperti : ember, tempe, dendeng.

Kategori:MIN Cibeureum

Sejarah dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Pengertian Bahasa
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat kornunikasi yang berupa
sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap
manusisa.
Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing
mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep
yang diwakili Kumpulan kata atau kosa kata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut
urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau
leksikon.
Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun
begitu saja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau
perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan
bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai
pedoman berbahasa inilah yang disebut Tata bahasa.
Pada bab berikutnya, sebubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terinci fonologi,
morfologi, sintaksis, semantik dan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas
atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal
beserta unsur-unsur dan bentuk – bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen – komponen
kalimat dan proses pembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau
makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,
Pengertian Bahasa
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk
menyampaikan informasi (=fungsi informatif l)
Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau
mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi :
a. untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b. untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya
guna pemuasan rasa estetis manusia.
c. sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
d. untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagai
makhluk bernalar, berbudaya, dlan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja
sama, mengadakan transasi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita rnasingmasing.
Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa larnpau, rnenghadapi hari ini, dan merencanakan
masa depan.
jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh, misalnya,
mahasiswa. la membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalarn setiap
ujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama. la memerlukan
informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera.
Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol atau mengawasi perusahaan tanpa
informasi is tidak mungkin dapat mengambil keputusan amu menemuukan kebijaksanaan Karena setiap
orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya
juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Perkembangan Bahasa Indonesia
Kata Indonesia berasal dari gabungan kata Yunani Indus ‘India’ dan nesos ‘pulau alau kepulauan’. Jadi
secara etimologis berarti kepulauan yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan India, atau hanya
kepulauan India. Pencipta kata tersebut ialah George Samuel Windsor Earl, sarjana Inggris yang
menulis dan memakai kata itu dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, Vol. iv- him
17, bulan Februari 1850. Ia menggunakan kata Indonesians dalam majalah itu Sedangkan, orang yang
mempopulerkan kola lndnnesin adalah ahli etnologi Jerman, Adolf Bastian, yang memakainya dalam
buku-buku yang ditulisnya sejak tahun 1884. Buku-buku ini diberi judul Indwonesien order die Inseln
des Malayischen Archipel.
Bahasa Indonesia yang sekarang itu ialah bahasa Melayu Kuno, yang dahulu digunakan orang Melayu di
Riau, Johor. dan Lingga, yang telah mengalami perkembanggan berabad-abad lamanya Dalam
keputusan Seksi A No. 8. hasil Kongres Bahasa Indonesia 11 di Medan, 1954, dikatakan bahwa dasar
bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhan dalam masyarakat den
kebadayaan Indonesia sekarang.
Sehubungan dengan perkembangan bahasa Indonesia, ada beberapa masa dan tahun bersejarah yang
penting, yakni :
1. Masa Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7. Pada waktu itu Bahasa Indonesia yang masih
bernama bahasa Melayu telah digunakan sebagai lingua franca atau bahasa penghubung, bahasa
pengantar. Bukti, hostoris dari masa ini antara lain prasasti atau batu bertulis yang ditemikan di
Kedukan Bukit, Kota Kapur, Talang Tuwo. Karang Brahi yang berkerangka tahun 680 Masehi.
Selain ini dapat disebutkan bahwa data bahasa Melayu paling tua justru dalam prasasti yang
ditemukan di Sojomerta dekat Pekalongan, Jawa Tengah.
2. Masa Kerajan Malaka, sekitar abad ke-15. Pada masa ini peran bahasa Melavu sebagai alat
komunikasi semakin penting. Sejarah Melayu karya Tun Muhammad Sri Lanang adalah
peninggalan karya sastra tertue yang ditulis pada masa ini. Sekitar tahun 1521, Antonio
Pigafetta menyusun daftar kata Italy-Melayu yang pertama. Daflar itu dibuat di Tidore dan berisi
kata-kata yang dijurnpai di sana.
3. Masa Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, sekitar abad ke-19. Fungsi bahasa Melayu sebagai sarana
pengungkap nilai-nilai estetik kian jelas. Ini dapat dilihat dari karya-karya Abdullah seperti
Hikayat Abdullah, Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah, Syair tentang Singapura Dimakan
Api, dan Pancatanderan Tokoh lain yang Perlu dicatat di sini ialah Raja Ali Haji yang terkenal
sebagai pengarang Gurindam Dua Belas, Silsilah Melayu Bugis, dan Bustanul Katibin.
4. Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan yang pertama kali oleh Prof. Ch. van Ophuysen
dibantu Engku Nawawi dan Moh. Taib Sultan Ibrahim. Hasil pembakuan mereka yang dikenal
dengan Ejaan Van Ophuysen ditulis dalam buku yang berjudul Kitab Logat Melajoe.
5. Tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan Commissie de lndlandsche School en Volkslectuur
( Komisi Bacaan Sekolah Bumi Putra dan Rakyat) Lembaga ini mempunyai andil besar dalam
menyebarkan Serta mengembangkan bahasa Melayu melalui bahan-bahan bacaan yang
diterbitkan untuk umum.
6. Tahun 1928 tepatnya tanggal 28 Oktober, dalarn Sumpah Pemuda, bahasa Melayu diwisuda
menjadi bahasa Nasional bangsa Indonesia sekaligus namanya diganti menjadi bahasa
Indonesia. Alasan dipilihnya bahasa Melayu menjadi bahasa nasional ini didasarkan pada
kenyataan bahwa bahasa tersebut (1) telah dimengerti dan dipergunakan selama berabad-abad
sebagai Lingua franca hampir di seluruh daerah kawasan Nusantara, (2) strukturnya sederhana
sehingga mudah dipelajari dan mudah menerima pengaruh luar untuk memperkaya serta
menyempurnakan fungsinya. (3) bersifat demokratis sehingga menghindarkan kemungkinan
timbulnya perasaan sentimen dan perpecahan, dan (4) adanya semangat kebangsaan yang lebih
besar dari penutur bahasa Jawa dan Sunda.
“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa jang sama, bahasa Indonesia”
demikian rumusan Sumpah Pemuda yang terakhir dan yang benar.
7. Tahun 1933 terbit majalah Poedjangga Baroe yang pertama kali. Pelopor pendiri majalah ini
ialah Sutan Takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane, yang ketiganya ingin dan
berusaha memajukan bahasa Indonesia dalam segala bidang.
8. Tahun 1938, dalam rangka peringatan 10 tahun Sumpah Pemuda diadakan Kongres Bahasa
Indonesia I di Solo, yang dihadiri ahli-ahli bahasa dan para budayawan seperti Ki Hadjar
Dewantara, Prof Dr Purbatjaraka dan Prof Dr. Husain Djajadiningrat. Dalam kongres ditetapkan
keputusan untuk menditikan Institut Bahasa
Indonesia, mengganti ejaan van Ophuysen, serta menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa
pengantar dalam Badan Perwakilan.
9. Masa pendudukan Jepang (1942-1945) Pada masa ini peran bahasa Indonesia semakin penting
karena pemerintah Jepang melarang penggunnan bahasa Belanda yang dianggapnya sebagai
bahasa musuh Penguasa Jepang terpaksa mengangkat bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi
dalam administrasi pemerintahan dan bahasa pengantar di lembaga pendidikan, karena bahasa
Jepang sendin belum banyak dimengerti oleh bangsa Indonesia. Untuk mengatasi berbagai
kesulitan, akhirnya Kantor Pengajaran Balatentara Jepang mendirikan Komisi Bahasa Indonesia.
10.Tahun 1945, tepamya 18 Agustus bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa negara, sesuai
dengan bunyi UUD 45, Bab XV, Pasal 36: Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.
11.Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan pemakaian Ejaan Repoeblik sebagai penyempummn ejaan
sebelumnya Ejaan ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ejaan Soewandi.
12.Balai Bahasa yang dibentuk Wont 1948, yang kemudian namanya diubah menjadi Lembaga
Bahasa Nasional (LBN) tahun 1968, dan dirubah lagi menjadi Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa Pada tahun 1972 adalah lembaga yang didirikan dalam rangka usaha
pemantapan perencanaan bahasa.
13.Atas prakarsa Mentri PP dam K, Mr. Moh. Yamin, Kongres Bahasa Indonesia Kedua diadakan di
Medan tanggal 28 Oktober s.d. 1 November 1954. Dalam kongres ini disepakati suatu rumusan
bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tetapi bahasa Indonesia berbeda dari
bahasa Melayu karena bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang sudah disesuaikan
pertumbuhannya dengan masyraakat Indonesia sekarang .
14.Tahun 1959 ditetapkan rumusan Ejaan Malindo, sebagai hasil usaha menyamakan ejaan bahasa
Indonesia dengan bahasa Melayu yang digunakan Persekutuan Tanah Melayu. Akan tetapi,
karena pertentangan politik antara Indonesia dan Malaysia, ejaan tersebut menjadi tidak pernah
diresmikan pemakaiannya.
15.Tahun 1972, pada tanggal 17 Agustus, diresmikan pemakaian Ejaan Yang Disempurnakan yang
disingkat EYD. Ejaan yang pada dasarnya adalah hasil penyempurnaan dari Ejaan Bahasa
Indonesia yang dirancang oleh panitia yang diketuai oleh A. M. Moeliono juga digunakan di
Malaysia dan berlaku hingga sekarang.
16.Tahun 1978, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-50. bulan November di
Jakarta diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III. Kongres ini berhasil mengambil
keputusan tentang pokok-pokok pikiran mengenai masalah pembinaan dan pengembangan
bahasa Indonesia. Di antaranya ialah penetapan bulan September sebagai bulan bahasa.
17.Tanggal 21 – 26 November 1983, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, berlangsang Kongres
Bahasa Indonesia IV. Kongres yang dibuka olch Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr.
Nugroho Notosusanto, berhasil merumuskan usaha-usaha atau tindak lanjut untuk
memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara.
18.Dengan tujuan yang sama, di Jakarta 1988, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V.
19.Tahun 1993, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Kongres Bahasa
Indonesia berikutnya akan diselenggarakan setiap lima tahun sekali.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Sebagairmana kita ketahui dari uraian di atas, bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28
Oklober 1928 bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 45,
Bab XV, Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini berarti bahwa bahasa
Indonesia mempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai
budaya, yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian
bahasa tersebut di dalam kedudukan yang diberikan.
Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi.
Keempat fungsi tersebut ialah sebagai :
1. lambang identitas nasional,
2. lambang kebanggan nasionnai,
3. alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa
yang berbeda-beda, dan
4. alat perhubtmgan antarbudaya clan daerah.
Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1. bahasa resmi negara,
2. bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
3. bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nanional untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
4. bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta
teknologi.
Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia yang baku ialah bahasa Indonesia yang digunakan orang orang terdidik dan yang
dipakai sebagai tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. Ragam bahasa Indonesia
yang baku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri kecendekiaan. Yang
dimaksud dengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa tersebut selalu mengikuti kaidah atau
aturan yang tetap dan mantap namun terbuka untuk menerima perubahan yang bersistem. Ciri
kecendekiaan bahasa baku dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran
yang rumit di berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan.
Bahasa Indonesia baku dipakai dalam :
1. komunikasi resmi, seperti dalam surat-menyurat resmi, peraturan pengumuman instansi resmi
atau undang-undang;
2. Tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, makalah, skripsi, disertasi dan buku-buku ilmu
pengetahuan.
3. pembicaraan di muka umum, seperti dalam khotbah, ceramah, kuliah pidato, dan
4. pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.

Kategori:School Education

Stoikiometri

Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zatzat
kimia dan reaksi-reaksinya.
1. HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
“Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap”.
Contoh:
hidrogen + oksigen ® hidrogen oksida
(4g) (32g) (36g)
2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap”
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3
Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa
tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui.
Contoh:
Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C = 12; 0 = 16; Ca=40)
Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3
= 12/100 x 50 gram = 6 gram
massa C
Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100%
= 6/50 x 100 % = 12%
3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
“Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur
yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai
bilangan bulat dan sederhana”.
Contoh:
Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada
senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2
4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT
dimana:
P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi
tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:
A. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2
Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut
0.5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?
Jawab:
P1 V1 = P2 V2
2.5 = P2 . 10 ® P2 = 1 atmosfir
B. HUKUM GAY-LUSSAC
“Volume gas-gas yang bereaksi den volume gas-gas hasil reaksi bile diukur pada suhu
dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat den sederhana”.
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2
Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi tersebut 1 liter gas
hidrogen (H2) massanya 0.1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14
Jawab:
V1/V2 = n1/n2 ® 10/1 = (x/28) / (0.1/2) ® x = 14 gram
Jadi massa gas nitrogen = 14 gram.
C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga
n = n2 sehingga diperoleh persamaan:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
D. HUKUM AVOGADRO
“Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung
jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0o C
1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar
gas.
Contoh:
Berapa volume 8.5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27o C dan tekanan 1 atm ?
(Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
85 g amoniak = 17 mol = 0.5 mol
Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
1 x 112.1 / 273 = 1 x V2 / (273 + 27) ® V2 = 12.31 liter
Massa Atom Dan Massa Rumus
1. Massa Atom Relatif (Ar)
merupakan perbandingan antara massa 1 atom dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12
2. Massa Molekul Relatif (Mr)
merupakan perbandingan antara massa 1 molekul senyawa dengan 1/12 massa 1 atom karbon
12.
Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa merupakan penjumlahan dari massa atom unsurunsur
penyusunnya.
Contoh:
Jika Ar untuk X = 10 dan Y = 50 berapakah Mr senyawa X2Y4 ?
Jawab:
Mr X2Y4 = 2 x Ar . X + 4 x Ar . Y = (2 x 10) + (4 x 50) = 220
Konsep Mol
1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar
bilangan Avogadro dan massanya = Mr senyawa itu.
Jika bilangan Avogadro = L maka :
L = 6.023 x 1023
1 mol atom = L buah atom, massanya = Ar atom tersebut.
1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr molekul tersehut.
Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat
Contoh:
Berapa molekul yang terdapat dalam 20 gram NaOH ?
Jawab:
Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40
mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol
Banyaknya molekul NaOH = 0.5 L = 0.5 x 6.023 x 1023 = 3.01 x 1023 molekul.
Persamaan Reaksi
PERSAMAAN REAKSI MEMPUNYAI SIFAT
1. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
2. Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
3. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas
perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu den tekanannya
sama)
Contoh: Tentukanlah koefisien reaksi dari
HNO3 (aq) + H2S (g) ® NO (g) + S (s) + H2O (l)
Cara yang termudah untuk menentukan koefisien reaksinya adalah dengan memisalkan koefisiennya
masing-masing a, b, c, d dan e sehingga:
a HNO3 + b H2S ® c NO + d S + e H2O
Berdasarkan reaksi di atas maka
atom N : a = c (sebelum dan sesudah reaksi)
atom O : 3a = c + e ® 3a = a + e ® e = 2a
atom H : a + 2b = 2e = 2(2a) = 4a ® 2b = 3a ® b = 3/2 a
atom S : b = d = 3/2 a
Maka agar terselesaikan kita ambil sembarang harga misalnya a = 2 berarti: b = d = 3, dan e = 4
sehingga persamaan reaksinya :
2 HNO3 + 3 H2S ® 2 NO + 3 S + 4 H2O

Kategori:School Education

Persamaan Kuadrat

Para pembaca yang saya hormati, kemarin kita belajar tentang himpunan, nah kali ini marilah kita belajar mengenai Persamaan Kuadrat, mudah-mudahan ada manfaatnya, amien
Menyelesaikan Akar Persamaan Kuadrat
Bentuk umum : ax² + bx + c = 0
x variabel; a,b,c konstanta ; a ¹ 0
Menyelesaikan persamaan kuadrat berarti mencari harga x yang memenuhi persamaan kudrat (PK)
tersebut (disebut akar persamaan kuadrat). Suatu bilangan disebut akar dari suatu persamaan berarti
bilangan tersebut memenuhi persamaan.
Andaikan x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat, maka x1 dan x2 dapat ditentukan dengan cara
1. Memfaktorkan
ax² + bx + c = 0 ® ax² + bx + c = 0 ® a (x + p/a) (x + p/a) = 0
® x1 = – p/a dan x2 = – q/a
dengan p.q = a.c dan p + q = b
2. Melengkapkan bentuk kuadrat
persamaan kuadrat tersebut dibentuk menjadi
(x + p)² = q² ® x + p = ± q
x1 = q – p dan x2 = – q – p
3. Rumus ABC
ax² + bx + c = 0 ® X1,2 = ( [-b ± Ö(b²-4ac)]/2a
bentuk (b² – 4ac) selanjutnya disebut DISKRIMINAN (D) sehingga
sehingga X1,2 = (-b ± ÖD)/2a
Kemungkinan Jenis Akar Ditinjau Dari Nilai Diskriminan
1. D > 0
x1 = (-b+ÖD)/2a ; x2 = (-b-ÖD)/2a
PK mempunyai dua akar nyata berbeda
2. D = 0
x1 = x2 = -b/2a
PK mempunyai dua akar nyata yang sama
tt
3. D 0
X1 + X2 = 0 ® b = 0
Ket: X1 + X2 = 0 ® -b/a = 0 ® b = 0
2. Kedua akar nyata berkebalikan
Maksudnya : X1 = 1/X2
syarat : D ³ 0
X1 . X2 = 1 ® a = c
Ket: X1 . X2 = 1 ® c/a = 1 ® a = c
3. Kedua akar nyata positif
Maksudnya : X1 > 0 ; X2 > 0
syarat : D ³ 0
X1 + X2 > 0
X1 . X2 > 0
4. Kedua akar nyata negatif
maksudnya : X1 < 0 ; X2 < 0
syarat: D ³ 0
X1 + X2 0
5. Kedua akar nyata berlainan tanda
Maksudnya : X1 > 0 ; X2 0
X1 . X2 < 0
Ket: bentuk X1 + X2 bukan merupakan syarat karena hasil dari X1 + X2 tandanya tidak pasti
6. Kedua akar rasional
Maksudnya : X1 dan X2 bukan berbentuk Ö
syarat : D = bentuk kuadrat
D = (0,1,4,9,16,25…)
Ket: D= bentuk kuadrat akan menghilangkan tanda Ö , sehingga X1 dan X2 rasional
Bnetuk-Bentuk Simetris Akar-Akar Persamaan Kuadrat
Suatu bentuk aljabar disebut simetris, seperti x² + y², jika x dan y dipertukarkan tempatnya menjadi
y² + x², maka nilainya sama dengan bentuk semula.
Dalam hal ini kita merubah bentuk yang diberikan menjadi bentuk (X1+X2) atau (X1.X2)
1. X1² + X2² = (X1 + X2)² – 2X1.X2
= (-b/a)² + 2(c/a)
2. X1³ + X2³ = (X1+X2)³ – 3X1X2(X1+X2)
= (-b/a)³ – 3(c/a)(-b/a)
3. X14 + X24 = (X1²+X2²)² -(X1²X2²)
= [(X1+X2)² – 2X1X2]² – 2(X1X2)²
= [(-b/a)² – 2(c/a)]² – 2(c/a)²
4. X1²X2 + X1X2² = X1X2(X1+X2)
= c/a (-b/c)
5. 1/X1 + 1/X2 = (X1+X2)/X1+X2
= (-b/a)/(c/a)
= -b/c
6. X1/X2 + X2/X1 = (X1²+X2²)/X1X2
= ((X1+X2)²-2X1X2)/X1X2
7. (X1-X2)² = (X1+X2)² – 4X1X2 atau [ÖD/a]² = D/a²
8. X1² – X1² = (X1+X2)(X1-X2)
= (-b/a)(ÖD/a)
Bedakan Istilah
Jumlah Kuadrat : (X1²+X2²)
dengan
Kuadrat Jumlah (X1+X2)²
Menyusun Persamaan Kuadrat
KEDUA AKARNYA KUADRAT
Andaikan akar-akarnya X1 dan X2
1. Mengisikan akar-akarnya kedalam bentuk (X – X1)(X – X2) = 0
2. Menggunakan sifat akar X² – (X1+X2)X + X1 . X2 = 0
KEDUA AKARNYA MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN AKAR-AKAR PERSAMAAN KUADRAT
YANG DIKETAHUI
Andaikan X1 dan X2 adalah akar-akar persamaan kuadrat aX²+bX+c=0 yang diketahui
1. Hubungan tidak beraturan [y1 = f(X1,X2) dan y2 = f(X1,X2)]
Andaikan y1 dan y2 adalah akar-akar persamaan kuadrat baru.
Langkah:
Cari terlebih dahulu nilai dari (y1 + y2) dan (y1 . y2) yang masing-masing merupakan fungsi
dari (X1 + X2) atau (X1 . X2) dimana nilai dari (X1 + X2) dan (X1 . X2) didapat dari persamaan
kuadrat yang diketahui.
Persamaan Kuadrat baru : y² – (y1 + y2)y + (y1 . y2) = 0
2. Hubungan beraturan (hal khusus)
Akar-akar baru Hubungan PK Baru
p lebihnya
(X1+p) dan (X2+p)
y = X + p
® X = y-p
a(y-p)² + b(y-p) + c =0
p kurangnya
(X1-p) dan (X2-p)
y = X – p
® X = y + p
a(y+p)² + b(y+p) + c = 0
p kali
pX1 dan pX2
y = pX
® X = y/p
a(y/p)²+b(y/p)+c=0
kebalikannya
1/X1 dan 1/X2
y=1/X
X= 1/y
a(y/p)² + b(1/y) + c = 0
atau
cy²+by+a = 0
kuadratnya
X1² dan X2²
y = X²
® X = Öy
a(Öy)² + b(Öy) + c = 0
atau
a²y + (2ay-b²)y + c² = 0

Kategori:School Education
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.